1 #PENGUSAHA
1. Hamzah Izzulhaq
Hamzah adalah
salah satu contoh enterperneur muda yang sukses dengan usaha membangun
Franchase atau dalam bahasa indonesia disebut dengan Waralaba, yaitu sebuah
metode dalam sistem distribusi barang atau jasa, dia juga sebagai Direktur di
CV Hamasa yang bergerak dalam bidang kerajinan sofa bed. Hamzah terlahir dari keluarga menengah sederhana.
Sang ayah berprofesi sebagai dosen sementara ibunda adalah guru SMP. Secara
ekonomi Hamzah tak kekurangan, dia senantiasa menerima uang saku dari
orangtuanya, namun karena terdorong oleh rasa ingin mandiri dan memiliki uang
saku yang lebih banyak, maka Hamzah rela menghabiskan waktu senggangnya di masa
SMP untuk mencari penghasilan bersama dengan teman-temannya yang secara ekonomi
masuk dalam kategori kurang mampu.
Dia sudah mulai belajar bisnis
sejak masih duduk di bangku kelas 5 SD dengan menjual beberapa macam permainan
seperti kelereng, petasan, dan berbagai macam permainan yang sangat
digemari anak-anak, tidak hanya itu, dia juga pernah menjual koran, layanan
ojek payung saat hujan dan mengamen besama teman-temannya. Hobinya pada waktu
SMP bermain game online ternyata membuahkan nilai rupiah juga, pasalnya ketika
dia sudah meraih level game tertinggi, maka dia jual akunnya kepada rekan atau
lawan permainannya secara online, dari hobi tersebut dia pernah menjual level
atau untuk satu akun gamenya senilai Rp 1,2 juta. Mulai beranjak dewasa pada
usia 18 tahun atau pada waktu masih di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA),
Hamzah sudah mulai merintis untuk berbisnis secara serius dalam bidang
penjualan pulsa dan buku sekolah dengan cara melobi kepada pamannya yang
kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta
Setelah Hamzah merasa cukup
mempunyai modal dari hasil usahanya di sekolah maka dia mencoba melakukan
terobosan konter pulsa tetapi sayangnya dalam 3 bulan gulung tikar. Hamzah tidak putus asa dan tak lama
kemudian ia berjualan snack-snack roti dan meraup keuntungan 5 jutaan. Pada pertengahan kelas 2 SMA, ia
menangkap peluang bisnis lagi. Ketika sedang mengikuti seminar dan komunitas
bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur (COME), Hamzah
bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar
(bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri. Hamzah lalu diberi prospektus dan
laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat,
yang kebetulan ingin di-take over. Merasa bisnis bimbelnya sudah mulai stabil
dan bisa didelegasikan. Hamzah melirik bisnis sofabed di daerah Tangerang.
Sebuah perusahaan sofabed yang sudah jalan tiga bulan dia beli dan dia
kembangkan. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa mengantongi
omzet 160 juta perbulan.
2. Yasa Singgih
Namanya Yasa Paramita Singgih lahir
di Bekasi 23 April 1995. Dia adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna,
Viriya dan Yasa sendiri. Ayahnya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty
Sumarta. Ia lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih, dan sering muncul
diberbagai media cetak dan digital. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha
muda dibawah 20 tahun. Yasa sukses menyelesaikan pendidikannya SD Ananda dan SD
Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina
Pacis Jakarta. Belum kuliah usahanya sudah kemana- mana. Semuanya dimulai dari
angka nol besar alias tanpa modal uang. Yang berbeda padanya hanyalah kasih
sayang keluarga. Dia tumbuh menjadi anak yang menginginkan kebahagiaan orang
tuanya dan itu semangatnya
Di kelas 3 SMP, dia melihat sang
ayah menderita sakit jantung memberikannya satu titik balik. Ia pun mulai
menjadi pembawa acara guna mencari uang jajan sendiri. Yasa tak mau membebani
kedua orang tuanya. Usaha pertamanya adalah melamar sebagai pembawa acara di
sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima uang Rp.350.000 setiap
kali tampil sehari. Selepas masuk SMA Regina Pacis, Jakarta, barulah dimulai
usahanya sendiri untuk mencari uang. Selepas kontrak sebagai pembawa acara
selesai, ia mulai berbisnis lampu hias warna- warni selama enam bulan. Yasa
makin terbakar merintis bisnis mandiri setelah membaca buku motivasi. Kala itu
Yasa langsung menghubungi temannya yang ayahnya memiliki usahan konveksi. Lama
kelamaan, Yasa berhasil menutup modalnya dan mulai mencari cara menjual
produknya sendiri. Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara matang- matang.
Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi", sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos, ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. Bisnis lainnya yaitu membuka toko online "Men's Republic".
Kini, perlu kamu ketahui, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Soal laba bersih, tenang, dia sanggup untuk menghasilkan 40% dari sana. Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana.
Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder.
Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi", sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos, ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. Bisnis lainnya yaitu membuka toko online "Men's Republic".
Kini, perlu kamu ketahui, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Soal laba bersih, tenang, dia sanggup untuk menghasilkan 40% dari sana. Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana.
Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder.
3. Sukanto Tanoto
Sukanto
Tanoto yang terlahir dengan nama Tan Kang Hoo merupakan seorang pengusaha atau konglomerat sukses
asal Indonesia yang pada tahun 2006 di tasbihkan oleh majalah Forbes
sebagai orang terkaya di Indonesia, ia memimpin perusahaan yang bernama PT Raja
Garuda Mas yang berbasis di Singapura yang usahanya di berbagai sektor terutama
disektor kertas dan kelapa sawit sehingga Sukanto Tanoto dijuluki sebagai Si
Raja Kertas dan Kelapa Sawit. Ia merupakan salah satu pengusaha yang berhasil
berinvestasi di lebih dari sepuluh negara di Dunia. Sukanto Tanoto dilahirkan
di Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949. Ia mengenyam pendidikan SD di
Belawan pada tahun 1960 dan kemudian Masuk SMP di medan pada tahun 1963.
Sukanto Tanoto mengaku sosoknya
mirip ibunya yaitu tegas dan keras. Pernah suatu ketika Sukanto kecil ngeluyur
pergi ke tepi laut. Waktu pulang, ditanya oleh ibunya, jawabnya
mengarang-ngarang, Sukanto kecil dipukuli pakai rotan. Sukanto Tanoto
bercita-cita jadi dokter. Tapi, saat baru 18 tahun, ayahnya, Amin Tanoto, sakit
stroke. Sulung dari tujuh bersaudara ini lalu mengambil alih tanggung jawab
keluarga: meneruskan usaha orangtua berjualan minyak, bensin, dan peralatan
mobil. Pekerjaan yang tak asing baginya karena sepulang sekolah ia biasa membantu
orangtuanya sambil membaca buku. Dan, dari situ Sukanto pertama kali belajar
keterampilan bisnis, termasuk menerima kenyataan dan tidak menyerah dalam
keadaan apa pun, serta mencari solusi.
Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas (RGM), dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah. “Setelah itu baru kita bikin Indorayon,” tuturnya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang bergerak di bidang reforestation menghasilkan pulp, kertas, dan rayon, serta mampu memasok bibit unggul pohon pembuat pulp di dalam negeri. Kehadiran IIU sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. Karena, ditengarai, Danau Toba tercemar berat oleh limbah pulp. Akibatnya, IIU sempat ditutup.
Tapi, Sukanto memetik hikmahnya: belajar dari kesalahan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Apa yang saya pelajari dari situ (Indorayon), lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau, ia membuka Hutan Tanaman Industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon terbesar di dunia, PT Riau Pulp. Mulai berdiri 1995, karena krisis, baru jadi pada 2001. Di sekitar pabriknya, bersama lembaga swadaya masyarakat, Sukanto membuat program community development untuk penduduk setempat. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Antara lain, program community development: penggemukan sapi, pembangunan jalan, dan pertanian. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi.
Catatan kekayaan Sukanto Tanoto bersihnya ditaksir mencapai 2,8 miliar dollar AS dengan menduduki peringkat 5 sebagai orang terkaya di Indonesia dan menduduki peringkat 418 sebagai orang terkaya di Dunia versi majalah Forbes tahun 2012 yang lalu. Pria yang kini bertempat tinggal di Singapura ini memiliki aset hingga 12 miliar dollar AS. Suaknto Tanoto Menikah dengan Tinah Bingei Tanoto dan memiliki empat orang anak. Ia suka mendengarkan musik klasik yang ringan.
Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas (RGM), dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah. “Setelah itu baru kita bikin Indorayon,” tuturnya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang bergerak di bidang reforestation menghasilkan pulp, kertas, dan rayon, serta mampu memasok bibit unggul pohon pembuat pulp di dalam negeri. Kehadiran IIU sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. Karena, ditengarai, Danau Toba tercemar berat oleh limbah pulp. Akibatnya, IIU sempat ditutup.
Tapi, Sukanto memetik hikmahnya: belajar dari kesalahan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Apa yang saya pelajari dari situ (Indorayon), lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau, ia membuka Hutan Tanaman Industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon terbesar di dunia, PT Riau Pulp. Mulai berdiri 1995, karena krisis, baru jadi pada 2001. Di sekitar pabriknya, bersama lembaga swadaya masyarakat, Sukanto membuat program community development untuk penduduk setempat. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Antara lain, program community development: penggemukan sapi, pembangunan jalan, dan pertanian. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi.
Catatan kekayaan Sukanto Tanoto bersihnya ditaksir mencapai 2,8 miliar dollar AS dengan menduduki peringkat 5 sebagai orang terkaya di Indonesia dan menduduki peringkat 418 sebagai orang terkaya di Dunia versi majalah Forbes tahun 2012 yang lalu. Pria yang kini bertempat tinggal di Singapura ini memiliki aset hingga 12 miliar dollar AS. Suaknto Tanoto Menikah dengan Tinah Bingei Tanoto dan memiliki empat orang anak. Ia suka mendengarkan musik klasik yang ringan.
#PEGAWAI
1.
Hani Fitriani
Pekerjaan apa pun, jika dijalani serius dan profesional, tentu akan menuai
hasil yang memuaskan. Jabatan pun akan terus meningkat seiring dengan
bertambahnya kemampuan dan pengalaman yang diperoleh. Itulah yang dialami Hani
Fitriani, gadis muda kelahiran Bandung yang sekarang baru berusia 26 tahun
sudah memegang dua jabatan tinggi dalam dua perusahaan. Perempuan yang selalu
berpenampilan menarik ini mendapat kepercayaan dari pimpinannya untuk menjadi
General Manager (GM) Auto Bridal Prioritas-1 Surya Sumantri. Bahkan Hani mulai
mendapat kepercayaan dari perusahaan kuliner untuk mengembangkannya.Kesuksesan yang diraihnya kini bukanlah hasil proses karbitan. Semua tahapan proses kesuksesan sudah ia dilewati. Jabatan sebagai GM, yang memiliki tanggung jawab besar itu, ternyata bermula dari seorang costumer service (CS) di perusahaan itu. Hani juga sempat menjadi sales promotion girl (SPG) berbagai produk. Namun sedikit demi sedikit pekerjaan yang lebih tinggi tingkatannya terus diraihnya hingga sekarang mencapai jabatan puncak yang membawahkan seratusan karyawan. Pekerjaan yang kerap memberikan kesempatan adalah menjadi SPG di setiap akhir pekan. Maka Hani pun menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Karena pekerjaan ini juga ada hubungannya dengan studi yang ia geluti, yakni ilmu manajemen. Pertengahan 2008, Hani kambali dari awal dengan menjadi seorang costumer service di perusahaan jasa perawatan mobil autobridal car wash di Bandung. Karena punya prestasi dan loyalitas yang tinggi, setahun kemudian Hani diangkat menjadi asisten manajer marketing. Pengalaman, prestasi, dan semangatnya yang tinggi dalam bekerja kembali mengantarnya untuk menduduki jabatan sebagai master CS di pusat (Jakarta). Kemudian ia dipercaya menjadi general manager FRO yang membawahkan 19 outlet auto bridal kelas bintang empat dan lima di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Bali, dan Lombok.
Hani yang tadinya membawahkan 19 outlet diciutkan dengan hanya membawahkan satu outlet saja di Bandung, yakni sebagai GM Auto Bridal Prioritas 1 Surya Sumantri. Penciutan ini ternyata dilatarbelakangi kepercayaan pimpinannya kepada Hani untuk juga menjadi pimpinan pada perusahaan barunya di wilayah Jabar, yakni menjadi direktur. Semua itu ia jalani secara profesional yang selalu didukung dengan sikap selalu berusaha, berdoa, dan punya motivasi diri untuk maju. Selain itu, saya selalu berupaya mendekatkan diri dengan tim lapangan secara penuh kekeluargaan. Hani berharap bisa menjadi seorang yang sukses dan menjadi seorang investor dalam banyak perusahaan tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan. (bn)
2.
Rini Sugianto
Nama Rini Sugianto lebih dikenal dunia film internasional sebagai animator.
Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini sukses menjadi animator dan membuat film
animasi hollywood seperti The Advanture of Tintin, The Hobbit
1&2, The hunger Games: catching fire, Iron Man 3, dan The Avengers.Rini merupakan lulusan arsitek Universitas Parahyangan Bandung. Ketertarikannya terhadap animasi muncul saat ia mendesain bangunan melalui program komputer. Beberapa waktu kemudian, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dalam bidang arsitektur dan melanjutkan kuliah jurusan animasi.
Selulusnya dari universitas, Rini bekerja sebagai animator dalam bidang permainan berbasis komputer. Selanjutnya ia beralih menjadi pembuat film animasi sejak bergabung dengan Weta Digital yang bermarkas di Selandia Baru pada tahun 2010. Rini mengakui hampir semua film yang ia buat membuat dirinya terkesan dan mendapat pelajaran baru. “Masing-masing ada kesan tersendiri. Tintin adalah film pertama yang saya buat. Hobbit juga berkesan karena itu salah satu film yang besar,” paparnya.
3.
Jahja Setia admadja
PT Bank Central Asia Tbk bisa disebut sebagai
bank swasta terbesar di Indonesia. Bahkan, di tahun 2012, bank ini berhasil
mengantongi laba bersih sampai Rp11,72 triliun. Torehan ini tentu tak lepas
dari campur tangan Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmadja. Tentunya tak mudah
menjadi pemimpin di bank yang sangat besar, bahkan untuk ukuran industri
perbankan di Asia ini.
Pertama kali menjejakkan kaki di dunia bisnis,
Jahja mulai merintis karier di Price Waterhouse sebagai akuntan. Tapi, karena
penghasilan yang dirasa masih tidak cukup, dia pun menjajal menjual kaset
video. Tak disangka, kesempatan untuk naik ke tahap yang lebih tinggi muncul
dari langkahnya menjual kaset video. Kebetulan salah satu langganan beliau
bekerja sebagai direktur di Kalbe Farma dan sedang mencari orang. Orang itu
tahu beliau lulusan UI, pernah jadi akuntan. Di Kalbe Farma, dia berkarier
sampai menjabat direktur keuangan. Baru setelah itu dia pindah ke salah satu
perusahaan Grup Salim, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.
Delapan tahun di Kalbe Farma, sudah diangkat
jadi direktur keuangan. Saat itu umur beliau 33 tahun. Lalu pada tahun 1989 ditawari
di Indomobil, juga sebagai direktur keuangan. Lalu kemudian beliau pindah lagi
di tahun 1990 ditarik ke BCA. Tapi, di awal kariernya di BCA, Jahja tidak
langsung menjadi direktur. Di BCA pangkatnya turun, tidak direktur lagi, tapi jadi
general manager (GM). Akhirnya beliau ikut. Tahun 1995,pertama kali beliau menjadi
kepala divisi. Baru tahun 1999, waktu diangkat direktur malah yang mengangkat
adalah dari pemerintah, yaitu BPPN. Dan kini, BCA telah menjadi salah satu bank
terbesar. Tahun lalu, BCA mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp11,72
triliun atau tumbuh 8,3 persen dibanding 2011 sebesar Rp10,82 triliun.
# Perbandingan karakter 2 tipikal diatas:
No.
|
Wirausaha
|
Pekerja
|
1.
|
Berani mengambil
resiko
|
Tidak berani
mengambil resiko (cari aman)
|
2.
|
Pembuat Keputusan
|
Penjalan keputusan
|
3.
|
Pemimpin
|
Pengikut
|
4.
|
Kurang
|
Loyal
|
5.
|
Selalu menginginkan
perubahan
/Pelopor |
Tidak begitu
menginginkan perubahan
|
6.
|
Semangat tinggi
tidak mudah putus asa |
Semangat tinggi
|
7.
|
Kebanyakan berguru
dari pengalaman (praktek)
|
Kebanyakan berguru
dari jalur formal (teori)
|
8.
|
Kreatif
(innovator) |
Tekun
(rajin) |
#Karakter yang saya inginkan dari kedua tipikal
orang tersebut adalah
1.
Berani Mengambil Resiko
Sebagai seorang Wirausaha memang sudah seharusnya berani mengambil resiko karena seorang pengusaha akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sehingga dibutuhkan seseorang yang tegas untuk mengambil keputusan yang tepat dengan pertimbangan yang sudah matang.
Sebagai seorang Wirausaha memang sudah seharusnya berani mengambil resiko karena seorang pengusaha akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sehingga dibutuhkan seseorang yang tegas untuk mengambil keputusan yang tepat dengan pertimbangan yang sudah matang.
2.
Semangat tidak mudah putus asa
Dalam perjalanan menuju sukses tentu tidak selalu mulus lancar. Akan ada guncangan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi para wirausahawan. Namun jika seorang ingin menjadi wirausahawan sukses haruslah memilliki semangat yang tinggi pula karena akan ada masa sulit sebelum akhirnya sukses. Karena kegagalan adalah sukses yang tertunda
Dalam perjalanan menuju sukses tentu tidak selalu mulus lancar. Akan ada guncangan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi para wirausahawan. Namun jika seorang ingin menjadi wirausahawan sukses haruslah memilliki semangat yang tinggi pula karena akan ada masa sulit sebelum akhirnya sukses. Karena kegagalan adalah sukses yang tertunda
3.
Kreatif
Seorang wirausaha dituntut untuk selalu inovatif dan memiliki keberanian untuk berpikir diluar kotak “out of the box”. Karena dalam bisnis akan selalu dituntut inovasi guna mengimbangi perkembangan dari jaman ke jaman.
Seorang wirausaha dituntut untuk selalu inovatif dan memiliki keberanian untuk berpikir diluar kotak “out of the box”. Karena dalam bisnis akan selalu dituntut inovasi guna mengimbangi perkembangan dari jaman ke jaman.
4.
Loyal (setia)
Kepercayaan dari klien maupun costumer harus dijaga dengan baik agar mereka tetap selalu bekerja sama dengan kita. Karenanya penting bagi wirausahawan memiliki sifat loyal pada pembeli, rekan bisnis maupun karyawannya
Kepercayaan dari klien maupun costumer harus dijaga dengan baik agar mereka tetap selalu bekerja sama dengan kita. Karenanya penting bagi wirausahawan memiliki sifat loyal pada pembeli, rekan bisnis maupun karyawannya
5.
Tekun
Ketekunan membuat bisnis menjadi besar. Dengan sikap yang tekun/ulet maka bisnis yang di anggap tidak memilikki pasar yang luas akan dapat berkembang pesat.
Ketekunan membuat bisnis menjadi besar. Dengan sikap yang tekun/ulet maka bisnis yang di anggap tidak memilikki pasar yang luas akan dapat berkembang pesat.
Karakter yang ingin saya miliki agar menjadi
seorang wirausahawan sukses yaitu :
1.
Berani Mengambil Resiko
2.
Loyal (setia)
3.
Semangat tidak mudah putus asa
4.
Kreatif
5.
Tekun
6.
Bijaksana
7.
Pantang Menyerah
8.
Jujur
9.
Adil
10.
Cerdas
11.
Terus belajar/sabar
Referensi :
Suprapto, Hadi. 2011.Jahja Setiaatmadja Resmi Jadi Dirut BCA. http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/228137-jahja-setiaatmadja-resmi-jadi-dirut-bca
http://id.wikipedia.org/wiki/Sukanto_Tanoto
Anonim.2011. Hani Fitriani, mantan spg yang sukses jadi general manager. http://www.kaskus.co.id/thread/529ee40b3ecb17a8610000ea/hani-fitriani-mantan-spg-yang-sukses-jadi-general-manager
No comments:
Post a Comment