Friday, 25 September 2015

Kewirausahaan ^.^

Pada mata kuliah Kewirausahaan, terlebih dahulu mari kita pahami perbedaan tentang orang yang sukses karena berbisnis (pengusaha) dan orang yang sukses karena bekerja (pegawai). Untuk itu, mari kita baca beberapa profil orang sukses dengan cara yang berbeda-beda dibawah ini,

1     #PENGUSAHA
      1.     Hamzah Izzulhaq


Hamzah adalah salah satu contoh enterperneur muda yang sukses dengan usaha membangun Franchase atau dalam bahasa indonesia disebut dengan Waralaba, yaitu sebuah metode dalam sistem distribusi barang atau jasa, dia juga sebagai Direktur di CV Hamasa yang bergerak dalam bidang kerajinan sofa bed. Hamzah terlahir dari keluarga menengah sederhana. Sang ayah berprofesi sebagai dosen sementara ibunda adalah guru SMP. Secara ekonomi Hamzah tak kekurangan, dia senantiasa menerima uang saku dari orangtuanya, namun karena terdorong oleh rasa ingin mandiri dan memiliki uang saku yang lebih banyak, maka Hamzah rela menghabiskan waktu senggangnya di masa SMP untuk mencari penghasilan bersama dengan teman-temannya yang secara ekonomi masuk dalam kategori kurang mampu.


Dia sudah mulai belajar bisnis sejak masih duduk di bangku kelas 5 SD dengan menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan, dan berbagai macam permainan yang  sangat digemari anak-anak, tidak hanya itu, dia juga pernah menjual koran, layanan ojek payung saat hujan dan mengamen besama teman-temannya. Hobinya pada waktu SMP bermain game online ternyata membuahkan nilai rupiah juga, pasalnya ketika dia sudah meraih level game tertinggi, maka dia jual akunnya kepada rekan atau lawan permainannya secara online, dari hobi tersebut dia pernah menjual level atau untuk satu akun gamenya senilai Rp 1,2 juta. Mulai beranjak dewasa pada usia 18 tahun atau pada waktu masih di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Hamzah sudah mulai merintis untuk berbisnis secara serius dalam bidang penjualan pulsa dan buku sekolah dengan cara melobi kepada pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta


Setelah Hamzah merasa cukup mempunyai modal dari hasil usahanya di sekolah maka dia mencoba melakukan terobosan konter pulsa tetapi sayangnya dalam 3 bulan gulung tikar. Hamzah tidak putus asa dan tak lama kemudian ia berjualan snack-snack roti dan meraup keuntungan 5 jutaan.         Pada pertengahan kelas 2 SMA, ia menangkap peluang bisnis lagi. Ketika sedang mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur (COME), Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri. Hamzah lalu diberi prospektus dan laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang kebetulan ingin di-take over. Merasa bisnis bimbelnya sudah mulai stabil dan bisa didelegasikan. Hamzah melirik bisnis sofabed di daerah Tangerang. Sebuah perusahaan sofabed yang sudah jalan tiga bulan dia beli dan dia kembangkan. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa mengantongi omzet 160 juta perbulan.


      2.     Yasa Singgih


Namanya Yasa Paramita Singgih lahir di Bekasi 23 April 1995. Dia adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayahnya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta. Ia lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih, dan sering muncul diberbagai media cetak dan digital. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha muda dibawah 20 tahun. Yasa sukses menyelesaikan pendidikannya SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta. Belum kuliah usahanya sudah kemana- mana. Semuanya dimulai dari angka nol besar alias tanpa modal uang. Yang berbeda padanya hanyalah kasih sayang keluarga. Dia tumbuh menjadi anak yang menginginkan kebahagiaan orang tuanya dan itu semangatnya


Di kelas 3 SMP, dia melihat sang ayah menderita sakit jantung memberikannya satu titik balik. Ia pun mulai menjadi pembawa acara guna mencari uang jajan sendiri. Yasa tak mau membebani kedua orang tuanya. Usaha pertamanya adalah melamar sebagai pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima uang Rp.350.000 setiap kali tampil sehari. Selepas masuk SMA Regina Pacis, Jakarta, barulah dimulai usahanya sendiri untuk mencari uang. Selepas kontrak sebagai pembawa acara selesai, ia mulai berbisnis lampu hias warna- warni selama enam bulan. Yasa makin terbakar merintis bisnis mandiri setelah membaca buku motivasi. Kala itu Yasa langsung menghubungi temannya yang ayahnya memiliki usahan konveksi. Lama kelamaan, Yasa berhasil menutup modalnya dan mulai mencari cara menjual produknya sendiri. Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara matang- matang.
Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi", sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos, ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. Bisnis lainnya yaitu membuka toko online "Men's Republic".
Kini, perlu kamu ketahui, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Soal laba bersih, tenang, dia sanggup untuk menghasilkan 40% dari sana. Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana.
Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder. 
      3.      Sukanto Tanoto


Sukanto Tanoto yang terlahir dengan nama Tan Kang Hoo merupakan seorang pengusaha atau konglomerat sukses asal Indonesia yang pada tahun 2006 di tasbihkan oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia, ia memimpin perusahaan yang bernama PT Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura yang usahanya di berbagai sektor terutama disektor kertas dan kelapa sawit sehingga Sukanto Tanoto dijuluki sebagai Si Raja Kertas dan Kelapa Sawit. Ia merupakan salah satu pengusaha yang berhasil berinvestasi di lebih dari sepuluh negara di Dunia. Sukanto Tanoto dilahirkan di Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949. Ia mengenyam pendidikan SD di Belawan pada tahun 1960 dan kemudian Masuk SMP di medan pada tahun 1963.


Sukanto Tanoto mengaku sosoknya mirip ibunya yaitu tegas dan keras. Pernah suatu ketika Sukanto kecil ngeluyur pergi ke tepi laut. Waktu pulang, ditanya oleh ibunya, jawabnya mengarang-ngarang, Sukanto kecil dipukuli pakai rotan. Sukanto Tanoto bercita-cita jadi dokter. Tapi, saat baru 18 tahun, ayahnya, Amin Tanoto, sakit stroke. Sulung dari tujuh bersaudara ini lalu mengambil alih tanggung jawab keluarga: meneruskan usaha orangtua berjualan minyak, bensin, dan peralatan mobil. Pekerjaan yang tak asing baginya karena sepulang sekolah ia biasa membantu orangtuanya sambil membaca buku. Dan, dari situ Sukanto pertama kali belajar keterampilan bisnis, termasuk menerima kenyataan dan tidak menyerah dalam keadaan apa pun, serta mencari solusi.
Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas (RGM), dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah. “Setelah itu baru kita bikin Indorayon,” tuturnya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang bergerak di bidang reforestation menghasilkan pulp, kertas, dan rayon, serta mampu memasok bibit unggul pohon pembuat pulp di dalam negeri. Kehadiran IIU sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. Karena, ditengarai, Danau Toba tercemar berat oleh limbah pulp. Akibatnya, IIU sempat ditutup.
Tapi, Sukanto memetik hikmahnya: belajar dari kesalahan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Apa yang saya pelajari dari situ (Indorayon), lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau, ia membuka Hutan Tanaman Industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon terbesar di dunia, PT Riau Pulp. Mulai berdiri 1995, karena krisis, baru jadi pada 2001. Di sekitar pabriknya, bersama lembaga swadaya masyarakat, Sukanto membuat program community development untuk penduduk setempat. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Antara lain, program community development: penggemukan sapi, pembangunan jalan, dan pertanian. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi.
Catatan kekayaan Sukanto Tanoto bersihnya ditaksir mencapai 2,8 miliar dollar AS dengan menduduki peringkat 5 sebagai orang terkaya di Indonesia dan menduduki peringkat 418 sebagai orang terkaya di Dunia versi majalah Forbes tahun 2012 yang lalu. Pria yang kini bertempat tinggal di Singapura ini memiliki aset hingga 12 miliar dollar AS. Suaknto Tanoto Menikah dengan Tinah Bingei Tanoto dan memiliki empat orang anak. Ia suka mendengarkan musik klasik yang ringan.



 #PEGAWAI
1.      Hani Fitriani
Pekerjaan apa pun, jika dijalani serius dan profesional, tentu akan menuai hasil yang memuaskan. Jabatan pun akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya kemampuan dan pengalaman yang diperoleh. Itulah yang dialami Hani Fitriani, gadis muda kelahiran Bandung yang sekarang baru berusia 26 tahun sudah memegang dua jabatan tinggi dalam dua perusahaan. Perempuan yang selalu berpenampilan menarik ini mendapat kepercayaan dari pimpinannya untuk menjadi General Manager (GM) Auto Bridal Prioritas-1 Surya Sumantri. Bahkan Hani mulai mendapat kepercayaan dari perusahaan kuliner untuk mengembangkannya.
Kesuksesan yang diraihnya kini bukanlah hasil proses karbitan. Semua tahapan proses kesuksesan sudah ia dilewati. Jabatan sebagai GM, yang memiliki tanggung jawab besar itu, ternyata bermula dari seorang costumer service (CS) di perusahaan itu. Hani juga sempat menjadi sales promotion girl (SPG) berbagai produk. Namun sedikit demi sedikit pekerjaan yang lebih tinggi tingkatannya terus diraihnya hingga sekarang mencapai jabatan puncak yang membawahkan seratusan karyawan. Pekerjaan yang kerap memberikan kesempatan adalah menjadi SPG di setiap akhir pekan. Maka Hani pun menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Karena pekerjaan ini juga ada hubungannya dengan studi yang ia geluti, yakni ilmu manajemen. Pertengahan 2008, Hani kambali dari awal dengan menjadi seorang costumer service di perusahaan jasa perawatan mobil autobridal car wash di Bandung. Karena punya prestasi dan loyalitas yang tinggi, setahun kemudian Hani diangkat menjadi asisten manajer marketing. Pengalaman, prestasi, dan semangatnya yang tinggi dalam bekerja kembali mengantarnya untuk menduduki jabatan sebagai master CS di pusat (Jakarta). Kemudian ia dipercaya menjadi general manager FRO yang membawahkan 19 outlet auto bridal kelas bintang empat dan lima di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Bali, dan Lombok.
Hani yang tadinya membawahkan 19 outlet diciutkan dengan hanya membawahkan satu outlet saja di Bandung, yakni sebagai GM Auto Bridal Prioritas 1 Surya Sumantri. Penciutan ini ternyata dilatarbelakangi kepercayaan pimpinannya kepada Hani untuk juga menjadi pimpinan pada perusahaan barunya di wilayah Jabar, yakni menjadi direktur. Semua itu ia jalani secara profesional yang selalu didukung dengan sikap selalu berusaha, berdoa, dan punya motivasi diri untuk maju. Selain itu, saya selalu berupaya mendekatkan diri dengan tim lapangan secara penuh kekeluargaan. Hani berharap bisa menjadi seorang yang sukses dan menjadi seorang investor dalam banyak perusahaan tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan. (bn)

      2.       Rini Sugianto
Nama Rini Sugianto lebih dikenal dunia film internasional sebagai animator. Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini sukses menjadi animator dan membuat film animasi hollywood seperti The Advanture of Tintin, The Hobbit 1&2, The hunger Games: catching fire, Iron Man 3, dan The Avengers.
Rini merupakan lulusan arsitek Universitas Parahyangan Bandung. Ketertarikannya terhadap animasi muncul saat ia mendesain bangunan melalui program komputer. Beberapa waktu kemudian, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dalam bidang arsitektur dan melanjutkan kuliah jurusan animasi.
Selulusnya dari universitas, Rini bekerja sebagai animator dalam bidang permainan berbasis komputer. Selanjutnya ia beralih menjadi pembuat film animasi sejak bergabung dengan Weta Digital yang bermarkas di Selandia Baru pada tahun 2010. Rini mengakui hampir semua film yang ia buat membuat dirinya terkesan dan mendapat pelajaran baru. “Masing-masing ada kesan tersendiri. Tintin adalah film pertama yang saya buat. Hobbit juga berkesan karena itu salah satu film yang besar,” paparnya.

      

      3.    Jahja  Setia admadja

PT Bank Central Asia Tbk bisa disebut sebagai bank swasta terbesar di Indonesia. Bahkan, di tahun 2012, bank ini berhasil mengantongi laba bersih sampai Rp11,72 triliun. Torehan ini tentu tak lepas dari campur tangan Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmadja. Tentunya tak mudah menjadi pemimpin di bank yang sangat besar, bahkan untuk ukuran industri perbankan di Asia ini.

Pertama kali menjejakkan kaki di dunia bisnis, Jahja mulai merintis karier di Price Waterhouse sebagai akuntan. Tapi, karena penghasilan yang dirasa masih tidak cukup, dia pun menjajal menjual kaset video. Tak disangka, kesempatan untuk naik ke tahap yang lebih tinggi muncul dari langkahnya menjual kaset video. Kebetulan salah satu langganan beliau bekerja sebagai direktur di Kalbe Farma dan sedang mencari orang. Orang itu tahu beliau lulusan UI, pernah jadi akuntan. Di Kalbe Farma, dia berkarier sampai menjabat direktur keuangan. Baru setelah itu dia pindah ke salah satu perusahaan Grup Salim, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.

Delapan tahun di Kalbe Farma, sudah diangkat jadi direktur keuangan. Saat itu umur beliau 33 tahun. Lalu pada tahun 1989 ditawari di Indomobil, juga sebagai direktur keuangan. Lalu kemudian beliau pindah lagi di tahun 1990 ditarik ke BCA. Tapi, di awal kariernya di BCA, Jahja tidak langsung menjadi direktur. Di BCA pangkatnya turun, tidak direktur lagi, tapi jadi general manager (GM). Akhirnya beliau ikut. Tahun 1995,pertama kali beliau menjadi kepala divisi. Baru tahun 1999, waktu diangkat direktur malah yang mengangkat adalah dari pemerintah, yaitu BPPN. Dan kini, BCA telah menjadi salah satu bank terbesar. Tahun lalu, BCA mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp11,72 triliun atau tumbuh 8,3 persen dibanding 2011 sebesar Rp10,82 triliun.
 
# Perbandingan karakter 2 tipikal diatas:

No.
Wirausaha
Pekerja
1.
Berani mengambil resiko
Tidak berani mengambil resiko (cari aman)
2.
Pembuat Keputusan
Penjalan keputusan
3.
Pemimpin
Pengikut
4.
Kurang
Loyal
5.
Selalu menginginkan perubahan
/Pelopor
Tidak begitu menginginkan perubahan
6.
Semangat tinggi
tidak mudah putus asa
Semangat tinggi
7.
Kebanyakan berguru dari pengalaman (praktek)
Kebanyakan berguru dari jalur formal (teori)
8.
Kreatif
(innovator)
Tekun
(rajin)



#Karakter yang saya inginkan dari kedua tipikal orang tersebut adalah

1.    Berani Mengambil Resiko
Sebagai seorang Wirausaha memang sudah seharusnya berani mengambil resiko karena seorang pengusaha akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sehingga dibutuhkan seseorang yang tegas untuk mengambil keputusan yang tepat dengan pertimbangan yang sudah matang.
2.    Semangat tidak mudah putus asa
Dalam perjalanan menuju sukses tentu tidak selalu mulus lancar. Akan ada guncangan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi para wirausahawan. Namun jika seorang ingin menjadi wirausahawan sukses haruslah memilliki semangat yang tinggi pula karena akan ada masa sulit sebelum akhirnya sukses. Karena kegagalan adalah sukses yang  tertunda
3.    Kreatif
Seorang wirausaha dituntut untuk selalu inovatif dan memiliki keberanian untuk berpikir diluar kotak “out of the box”. Karena dalam bisnis akan selalu dituntut inovasi guna mengimbangi perkembangan dari jaman ke jaman.
4.    Loyal (setia)
Kepercayaan dari klien maupun costumer harus dijaga dengan baik agar mereka tetap selalu bekerja sama dengan kita. Karenanya penting bagi wirausahawan memiliki sifat loyal pada pembeli, rekan bisnis maupun karyawannya
5.    Tekun
Ketekunan membuat bisnis menjadi besar. Dengan sikap yang tekun/ulet maka bisnis yang di anggap tidak memilikki pasar yang luas akan dapat berkembang pesat.
Karakter yang ingin saya miliki agar menjadi seorang wirausahawan sukses yaitu :
1.    Berani Mengambil Resiko
2.    Loyal (setia)
3.    Semangat tidak mudah putus asa
4.    Kreatif
5.    Tekun
6.    Bijaksana
7.    Pantang Menyerah
8.    Jujur
9.    Adil
10.  Cerdas
11.  Terus belajar/sabar




Referensi :
Suprapto, Hadi. 2011.Jahja Setiaatmadja Resmi Jadi Dirut BCA. http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/228137-jahja-setiaatmadja-resmi-jadi-dirut-bca
http://id.wikipedia.org/wiki/Sukanto_Tanoto
Anonim.2011. Hani Fitriani, mantan spg yang sukses jadi general manager. http://www.kaskus.co.id/thread/529ee40b3ecb17a8610000ea/hani-fitriani-mantan-spg-yang-sukses-jadi-general-manager

 


No comments:

Post a Comment